Mataram, Mediamandalika.com –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas darat maupun laut.
BMKG menyebutkan, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh aktifnya dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian tengah, termasuk NTB. Beberapa daerah seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir.
“Potensi cuaca ekstrem ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi laut,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Gelombang Tinggi Ancam Pelayaran
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan gelombang laut setinggi 2 hingga 4 meter di sejumlah perairan NTB, termasuk Selat Lombok, Selat Alas, dan perairan selatan Lombok–Sumbawa. Kondisi ini berisiko bagi kapal nelayan, kapal wisata, serta penyeberangan antarpulau.
Nelayan tradisional dan operator transportasi laut diminta untuk memantau prakiraan cuaca secara berkala dan menunda pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan.
Pemerintah Daerah Siaga
Pemerintah Provinsi NTB melalui instansi terkait telah menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota untuk siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Langkah antisipasi seperti pengecekan drainase, kesiapan logistik, dan koordinasi dengan BPBD terus dilakukan.
Masyarakat juga diimbau untuk:
- Menghindari daerah rawan longsor
- Tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin
- Mengamankan barang berharga dari potensi banjir
- Mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD
Aktivitas Wisata Tetap Berjalan dengan Pengawasan
Sementara itu, sektor pariwisata di NTB, khususnya kawasan Mandalika, tetap beroperasi dengan pengawasan ketat. Pengelola destinasi wisata diminta memastikan keselamatan pengunjung dan menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi cuaca.
BMKG menegaskan bahwa informasi cuaca akan terus diperbarui sesuai perkembangan terkini, dan masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber resmi.
