Sel. Sep 29th, 2026
mediamandalika.com_syamsul-jahidin_rh

MATARAM — Nama Syamsul Jahidin, S.I.KOM., S.H., M.I.KOM., M.H.Mil., kembali mendapat perhatian di bidang hukum dan akademik. Putra Sasak asal Lombok tersebut kini dipercaya menjadi reviewer Mandalika Law Journal (MLJ), jurnal hukum yang telah terakreditasi Sinta 4.

Bagi Syamsul, keterlibatan sebagai reviewer bukan sekadar tambahan aktivitas di luar profesinya sebagai advokat. Ia melihat dunia akademik sebagai bagian dari pengabdian di bidang hukum.

Sebagai reviewer, Syamsul akan terlibat dalam proses penelaahan artikel ilmiah yang masuk ke Mandalika Law Journal. Naskah yang ditelaah kemudian menjadi bagian dari proses editorial sebelum diterbitkan.

Mandalika Law Journal sendiri tercatat dalam portal SINTA dengan status akreditasi Sinta 4.

Kepercayaan tersebut datang di tengah aktivitas Syamsul yang masih cukup padat. Selain menjalankan profesi sebagai advokat, ia juga sedang melanjutkan pendidikan pada jenjang Doktor Hukum di Universitas Borobudur, Jakarta.

Pendidikan doktoral menjadi bagian dari upayanya untuk terus memperdalam ilmu hukum. Bagi seorang praktisi, ruang akademik sekaligus menjadi tempat untuk bertukar gagasan dan mengembangkan kajian hukum berdasarkan persoalan yang ditemui dalam praktik.

Pernah Menjadi Satpam

Perjalanan Syamsul menuju dunia hukum tidak dimulai dari ruang kantor advokat.

Sebelum menjadi advokat, ia pernah bekerja sebagai satuan pengamanan ketika berada di Jakarta. Kisah tersebut pernah diberitakan Hukumonline dalam tulisan berjudul “Kisah Syamsul Jahidin, dari Satpam hingga Jadi Lawyer”.

Dalam pemberitaan tersebut, Syamsul menceritakan bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai pekerja sekaligus mengejar pendidikan. Kondisi ekonomi yang terbatas tidak membuatnya berhenti melanjutkan pendidikan.

Ia bahkan pernah mengalami masa ketika harus tidur beralaskan koran setelah menjalani aktivitas kerja dan kuliah.

Kisah serupa juga diberitakan Mata Hukum yang mengangkat perjalanan Syamsul dari seorang satpam hingga menjadi advokat muda dan terlibat dalam perkara pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi.

Latar belakang tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya. Setelah menyelesaikan pendidikan dan masuk ke dunia advokat, Syamsul kemudian semakin aktif dalam berbagai persoalan hukum.

Dari Praktik Hukum ke Akademik

Keterlibatan sebagai reviewer jurnal menjadi salah satu langkah Syamsul dalam memperluas aktivitasnya di luar praktik hukum.

Dunia akademik membutuhkan keterlibatan praktisi karena persoalan hukum yang dibahas dalam penelitian tidak selalu berhenti pada teori. Banyak persoalan hukum justru muncul dari praktik dan kemudian menjadi bahan kajian ilmiah.

Di sisi lain, proses peer review juga menjadi bagian penting dalam penerbitan jurnal ilmiah. Reviewer bertugas memberikan penilaian dan masukan terhadap naskah yang diterima jurnal sebelum diputuskan untuk diterbitkan.

Dengan menjadi reviewer Mandalika Law Journal, Syamsul kini ikut mengambil bagian dalam proses tersebut.

Kini, selain menjalankan profesinya, ia juga sedang menempuh pendidikan doktoral hukum dan terlibat dalam kegiatan akademik sebagai reviewer.

Pengabdian di bidang hukum akhirnya tidak hanya dilakukan melalui praktik profesi, tetapi juga melalui pendidikan dan publikasi ilmiah.

Ke depan, keterlibatan Syamsul di dunia akademik diharapkan dapat terus berkembang, seiring dengan proses pendidikan doktoral yang sedang dijalaninya di Universitas Borobudur Jakarta.

MediaMandalika.com

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *